Leave a comment

Opini kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)

Aksi Anti Harga BBM Naik Serentak Digelar di Sejumlah Daerah

Selain di Ibu Kota Jakarta, aksi massa untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak(BBM) juga digelar serentak di sejumlah daerah di tanah air. Unjuk rasa digelar mahasiswa dan buruh di pusat kota maupun kantor pemerintahan.

Ratusan buruh dan mahasiswa Batam melakukan aksi di kantor Walikota Batam dan Kantor DPRD Batam, sejak pukul 10.00 WIB. Unjuk rasa ini dikawal aparat kepolisian dan TNI bersenjata lengkap.

Pantauan di lapangan, aparat gabungan dari Polresta Barelang, Kodim 0316 Batam dan Satpol PP Batam memasang kawat berduri mengantisipasi hal yang tak diinginkan dalam unjuk rasa menolak kenaikan BBM.

“Kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah sangat memberatkan masyarakat kecil, termasuk kami kaum buruh. Naiknya harga BBM juga akan berpengaruh kepada kenaikan harga sembako,”kata Suprapto, coordinator massa buruh dari Garda Metal kota BATAM.

Sementara ratusan mahasiswa gabungan dari kota batam yang terdiri dari HMI dan PMII mendatangai Kantor DPRD Kota Batam dan melakukan orasi penolakan BBM.

“Hanya ada satu kata, lawan mari bersatu tolak kenaikan harga BBM” Kata Marvin, mahasiswa PMII Batam dalam orasinya di depan kantor DPRD Batam.

Guna melakukan pengawalan unjuk rasa kenaikan BBM, aparat kepolisian menerjunkan mobil water cannon dan baracudda di halaman kantor Walikota Batam.

Aksi serupa juga digelar di Solo, Jawa Tengah. Massa dari berbagai elemen gabungan mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi di bundaran Gladak Solo. Pengunjuk rasa mencoret-coret, merobek-robek foto Presiden Susilo Bambang Yudoyono(SBY).

Aksi demo diikuti elemen mahasiswa, diantaranya KAMMI,IMM, PMII, GMNI, Aliansi PKL Surakarta dan penarik becak. Aksi ini memacetkan arus lalu lintas. Aksi tersebut juga mendapatkan penjagaan yang ketat dari petugas kepolisian.

Selain membawa poster yang bertuliskan kecaman terhadap rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM, sejumlah mahasiswa dari KAMMI Surakarta juga membawa foto Presisen SBY yang dioret-coret. Aksi mencoret foto SBY dilakukan diatas mobil bak terbuka yang juga berfungsi sebagai mimbar panggung aksi demo.

Mahasiswa menilai pemerintahan SBY-Budiono tidak mampu menyelesaikan masalah BBM dan tetap menaikkan harga BBM. Mereka menuntut Presiden turun dari jabatan karena terbukti tidak bisa menepati janjinya kepada rakyat alias bohong. Mereka juga mengajak seluruh anak bangsa untuk menolak kenaikan harga BBM tersebut.

Koordinator aksi demo dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, Wahyudi mengatakan, pemerintahan SBY-Boediono harus dilengserkan karena apa yang disampaikan hanya janji-janji.

Di medan, ribuan personel kepolisian disiagakan di bandara Internasional Polonia yang menjadi target sasaran para pengunjuk rasa yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, sebanyak 2.360 personel diturunkan untuk melakukan pengamanan ketat dan menutup akses masuk ke bandara guna mengantisipasi para pengunjuk rasa yang berusaha masuk.

“kita lakukan focus pengamanan ketat dengan menurunkan personel ke bandara dan disebar di beberapa titik rawan lainya. Polonia memang menjadi target sasaran massa dari berbagai elemen.”ungkapnya.

Pengunjuk rasa adalah elemen mahasiswa, kaum buruh tani dan masyarakat dari berbagai kota medan. Mobil water cannon dan personel lengkap dengan senjata pelontar gas air mata terlihat mengamankan bandara.

Dari pantauan, masa melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD Sumut, di kawasan Uniland dengan memblokir jalan sisinga mangaraja tepatnya di depan makam pahlawan. Sebagian massa yang sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa diacara pelantikan gubernur Sumut juga melakukan longmarch menuju rumah dinas gubernur untuk demo.

Di Jawa Timur, ratusan buruh dari berbagai serikat dan aliansi yang tergabung dalam Konfederensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi didepan Gedung Negara Grahadi di jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

Massa menyebut, masih banyak peserta aksi dari wilayah barat, timur dan utara dari luar kota Surabaya yang akan dating.

Bandara Soekarno-Hatta didemo serikat buruh dan pekerja tangerang raya.

Dengan mengibarkan bendera dan atribut aliansi dan spanduk tuntutan, massa menuntut pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga BBM.

“Subsidi hak rakyat. Dan, Gubernur jawa timur soekarwo harus segera menentapkan Upah Minimum Sektoral kab/kota untuk wilayah Surabaya, kabupaten Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto,”kata massa.

Koordinator aksi jamalludin menyebut, kenaikan upah minimum Rp500-700 ribu, tidak membawa arti, dan kalah dengan melambungnya harga kebutuhan bahan pokok, iaya transportasi termasuk harga sewa juga naik. Itu berdampak juga dengan meningkatnya angka kemiskinan akibat inflasi.

“Kita lihat, tren laju inflasi selalu naik setiap terjadi kenaikan BBM. Contohnya, pada kenaikan BBM tahun 2005 lalu, inflasi mengalami kenaikan sampai 17,11 persen dari tahun sebelumnya hanya 6,4 persen dan pada tahun 2006 mencapai 11,06 persen dari tahun sebelumnya sebesar 6,59 persen” ucap jamal.

 

Sumber : Harian Sentana, selasa 18 juni 2013

 

 

Komentar atau pendapat saya mengenai artikel diatas adalah sangat disayangkan kebijakan pemerintah menaikan harga BBM hingga menyebabkan masyarakat pun meresponya secara negative.

“Apalagi kenaikan harga BBM selalu diikuti kenaikan harga pokok, transportasi dan lain-lain yang pada akhirnya tidak akan pernah bisa turun lagi. Respon negative masyarakat selama ini akibat pemerintah menaikan harga BBM sekaligus, sehingga menimbulkan dampak terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. “BBM ini naik tiga-empat tahun sekali makanya jadi isu yang menimbulkan respon negatif oleh masyarakat. Harusnya pemerintah menaikkan harga BBM itu secara bertahap misalnya coba kalau dari dulu pemerintah menaikkan harga BBM Rp 300 perbulan pasti masyarakat mulai terbiasa dengan kenaikan harga BBM karna setiap bulan sudah naik tapi dengan sedikit bukan langsung melonjak seperti ini. Harusnya agar tidak ada aksi seperti ini yang dianggap merugikan rakyat harusnya pemerintah mematok harga secara permanen misalnya 7000ribu. Ini namanya pecitraan, besok presiden ganti turun lagi beberapa bulan dianiakan lagi jelang pemilu semua wakil menjanjikan yang hanya sekedar omong kosong.

Comments or my opinion about the article above is very unfortunate policy of the government raised fuel prices to cause any meresponya society negatively.
“Moreover, the increase in fuel prices is always followed by increase in cost of goods, transportation and others that in the end will never come down again. Negative response of the public has caused the government raised fuel prices as well, so the impact of the rising prices of basic needs. “This fuel was three-four years, which raises the issue of why so negative response by the public. Should the government raised fuel prices gradually from the first instance try if the government raised fuel prices USD 300 per month for sure people are getting used to rising fuel prices have gone up because every month but with a little bit instead of immediately jumped like this. Supposed that no such action is deemed detrimental to the people that the government should fix the price of such 7000ribu permanently. It’s called pecitraan, dressing down again tomorrow president dianiakan again a few months ahead of the election promises that all representatives just nonsense.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: