Leave a comment

PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI

PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI

  1. PENDAHULUAN

Di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dinyatakan secara eksplisit  bahwa pembangunan ekonomi merupakan salah satu bagian penting dari pembangunan nasional dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dapat dikatakan bahwa pembangunan pembangunan ekonomi yang lebih serius dan terencana baik di Indonesia baru dimulai sejak pelakasanaan rencana pembangunan lima tahun pertama (Repelita 1) tahun 1969, dan prosesnya berjalan mulus sejak itu hingga krisis ekonomi menerjang Indonesia tahun 1997/1998; walaupun selama jangka waktu tersebut Indonesia mengalami beberapa goncangan eksternal seperti merosotnya harga minyak mentah di pasar Internasional dan apresiasi nilai tukar yen terhadap dolar AS selama 1980-an. Baru pada saat krisis ekonomi terjadi, pembangunan ekonomi di indonesia terhenti; bahkan pertumbuhan PDB mengalami negatif tah  Walaupun bukan suat ekonominya, dapat diukur dengan pendapatan nasional (PN) per kapita. Untuk dapat meningkatkan PN, pertumbuhan ekonomi di ukur dengan pertumbuhan PDB, menjadi salah satu target penting yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, tidak heran jika pada awal pembangunan ekonomi, umumnya di banyak negara, perencanaan pembangunan ekonomi lebih berorentasi pada pertumbuhan, bukan distribusi pendapatan memang, untuk negara seperti Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar, ditambah lagi dengan kenyataan bahwa pada awal pembangunan (awal era Soeharto) proporsi dari jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan masih sangat besar, Pertumbuhan ekonomi sangat penting sebagai prioritas pembangunan jangka pendek. Tingkat  pertumbuhan ekonomi harus lebih besar daripada laju pertumbuhan penduduk, agar peningkatan pendapatan perkapita dapat tercapai.

ekonominya, dapat diukur dengan pendapatan nasional (PN) per kapita. Untuk dapat meningkatkan PN, pertumbuhan ekonomi di ukur dengan pertumbuhan PDB, menjadi salah satu target penting yang harus dicapai dalam pembangunan

ekonomi. Oleh karena itu, tidak heran jika pada awal pembangunan ekonomi, umumnya di banyak negara, perencanaan pembangunan ekonomi lebih berorentasi pada pertumbuhan, bukan distribusi pendapatan memang, untuk negara seperti Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar, ditambah lagi dengan kenyataan bahwa pada awal pembangunan (awal era Soeharto) proporsi dari jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan masih sangat besar, Pertumbuhan ekonomi sangat penting sebagai prioritas pembangunan jangka pendek. Tingkat  pertumbuhan ekonomi harus lebih besar daripada laju pertumbuhan penduduk, agar peningkatan pendapatan perkapita dapat tercapai.

Selain pertumbuhan, proses pembangunan ekonomi juga akan membawa dengan sendirinya suatu perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. Dari sisi permintaan agregat, perubahan atau yang dimaksud dengan ‘pendalaman struktur ekonomi terjadi terutama di dorong oleh peningkatan pendapatan. Yang terakhir ini pada giliranya membawa perubahan selera masyarakat yang

ekonominya, dapat diukur dengan pendapatan nasional (PN) per kapita. Untuk dapat meningkatkan PN, pertumbuhan ekonomi di ukur dengan pertumbuhan PDB, menjadi salah satu target penting yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, tidak heran jika pada awal pembangunan ekonomi, umumnya di banyak negara, perencanaan pembangunan ekonomi lebih berorentasi pada pertumbuhan, bukan distribusi pendapatan memang, untuk negara seperti Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar, ditambah lagi dengan kenyataan bahwa pada awal pembangunan (awal era Soeharto) proporsi dari jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan masih sangat besar, Pertumbuhan ekonomi sangat penting sebagai prioritas pembangunan jangka pendek. Tingkat  pertumbuhan ekonomi harus lebih besar daripada laju pertumbuhan penduduk, agar peningkatan pendapatan perkapita dapat tercapai.

Selain pertumbuhan, proses pembangunan ekonomi juga akan membawa dengan sendirinya suatu perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. Dari sisi permintaan agregat, perubahan atau yang dimaksud dengan ‘pendalaman struktur ekonomi terjadi terutama di dorong oleh peningkatan pendapatan. Yang terakhir ini pada giliranya membawa perubahan selera masyarakat yang terefleksi dalam perubaha pola konsumsi nya. Sedangkan dari sisi penawaran

agregat, faktor-faktor pendorong utama adalah perubahan/kemajuan teknologi, peningkatan SDM, dan penemuan* material baru untuk produksi.

  1. ISI PEMBAHASAN
  2. PERTUMBUHAN EKONOMI
  3. Arti Pertrumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atausuatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsi sehari-hari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun.

 (konsumsi), dari sisi penawaran, pertumbuhan penduduk juga membutuhkan pertumbuhan kesempatan kerja (sumber pendapatan). Pertumbuhan ekonomi tanpa dibarengi dengan penambahan kesempatan kerja akan mengakibatkan ketimpangan dalam pembagian dari penambahan pendapatan tersebut (cateris paribus), yang selanjutnya akan menciptakan suatu kondisi pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kemiskinan. Pemenuhan kebutuhan konsumsi dan kesempatan kerja itu sendiri hanya bisa

dicapai dengan peningkatan output agregat (barang dan jasa) atau PDB yang terus menerus. Dalam pemahaman ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi adalah penambahan PDB, yang bearti peningkatan PN.

  1. Konsep Pendapatan Nasional

Ada dua arti dari PN, yakni dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit PN adalah PN. Dalam arti luas, PN dapat merujuk ke PDB, atau merujuk ke PNB, atau ke produk nasional netto (PNN).

            Sesuai metode yang standar, perhitungan PN diawali diawali dengan perhitungan PDB. Hubungan antara PDB dan PN dapat dijelaskan melalui beberapa persamaan sederhana sebagai berikut.

PNB= PDB+F

PNN=PNB-D

PN=PNN-Ttl

Dimana : F pendapatan netto atas faktor luar negri,

                D= Penyusutan; dan Ttl = pajak tak langsung neto ( variabel-variabel lainya telah dijelaskan di dalam teks). Jika tiga persamaan di gabungkan, akan dapat persamaan berikut.

PDB = PN + Ttl + D – F

Atau

PN= PDB + F – D –Ttl

PDB dapat diukur dengan tiga macam pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran. Dua pendekatan pertama tersebut adalah pendekatan dari sisi penawaran agregat, sedangkan pendekatan pengeluaran adalah perhitungan PDB adalah jumlah nilai output (NO) dari semua sektor ekonomi atau lapangan usaha, PDB adalah jumlah NO dari kesembilan sektor tersebut

 PDB = ∑ NO

Oleh sebab itu, dalam pendekataan pendapatan, PDB adalah jumlah dari nilai tambah bruto (NTB) dari kesembilan sektor tersebut.

PDB = NTB1 + NTB 2+ ……NTB9

Menurut pendekatan pengeluaran,  

PDB = C + I + G+ X –M

  1. Sumber – Sumber Pertumbuhan

Pertumbuhan ekonomi bisa bersumber dari pertumbuhan pada sisi permintaan agregat (AD) Atau / dan sisi penawaran agregat ( AS). Seperti yang diilustrasikan  pada gambar. Titik potong antara kurva AD dengan kurva AS Adalah titik keseimbangan ekonomi yang menghasilkan suatu jumlah output agregat (PDB) tertentu dengan tingkat harga umum tertentu. Output agregat yang dihasilkan di dalam suatu ekonomi (atau negara ) selanjutnya membentuk PN. Apabila pada periode awal (t=0) adalah Y0, maka yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah apabila pada periode berikutnya output= Y1, yang mana Y1 >Y0. 

  1. Sisi Permintaan Pertumbuhan

Dari sisi AD, pergeseran kurvanya ke kanan yang mencerminkan peningkatan permintaan di dalam ekonomi terjadi karena PN. Yang terdiri dari permintaan masyarakat (konsumen), perusahaan, dan pemerintah, meningkat,. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sisi AD (penggunaan PDB) terdiri dari empat komponen: konsumsi rumah tangga.investasi, konsumsi. Sisi AD di dalam suatu ekonomi bisa digambarkan dalam suatu model ekonomi makro sederhana sebagai berikut.

Y= C+I+G+X-M

C= Cy+Ca

I=-ir+Ia

G=Ga

X=Xa

M=My+Ma

  1. Sisi penawaran Agregat

Faktor produksi dapat ditulis dalam suatu fungsi sederhana sbb:

Q= f (X1,X2,X3,…….Xn)

Dimana Q mewakili volume output  dan,X1,X2,X3……Xn adalah volume dari faktor* produksi yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut.

C.Teori-teori dan Model-model Pertumbuhan

a. teori dan model pertumbuhan ekonomi (di lihat dari sisi AS/ produksi), yakni teori neoklasik dan teori modern.Dalam kelompok teori neoklasik , faktor* produksi dianggap sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan output adalah jumlah L dan K; yang terakhir ini bisa dalam bentuk keuangan dan barang modal(seperti mesin).

b.Teori Modern dan Model Pertumbuhan Endogen

Dalam teori modern, faktor* produksi yang krusial tidak hanya  L dan K, tetapi juga perubahan T ( yang berkandung di dalam barang modal atau mesin), E  kewirausahaan (kw), bahan baku (bb) dan material (MT).

Dilihat dari kerangka pemikiran kelompok  teori modern  tersebut, ada sejumlah perbedaan yang mendasar dengan kelompok teori neoklasik. Di antaranya adalah yang mencakup L,K, dan Kw. Dalam kelompok teori ini kualitas L lebih penting daripada kuantitas nya.

Di dalam modelnya , laju pertumbuhan keseimbangan (waranted growth) yang membuwat  besarnya S Yang direncanakan ditetapkan selalu sama dengan besarnya I yang direncanakan yaitu:

sYt =ICOR(Yt-Yt-1)

(Yt-Yt-1)/Y=s/ICOR

Pada model ekonomi makro dari IBII (2000) diasumsikan bahwa faktor produksi yang menenyukan kapasitas produksi di Indonesia adalah jumlah K, karena faktor L  di Indonesia (terutama berasal dari sektor pertanian) cukup melimpah.

Berdasarkan asumsi ini, maka perubahan kapasitas produksi tergantung pada perubahan kapital (IBII,2000) :

∆cap = (1/k)*∆K

Dimana :

Cap = kapasitas produksi atau potensial output

K= rasio output modal (COR ) yang mengukur tingkat efisien penggunaan K.

Dilain pihak, di dalam model makro ini K pada tahun tertentu (t) di definisikan sebagai penjumlahan stok K tahun lalu (t-1) dan 1 bersih :

K(t)=k(t-1)+(i-s)

Dimana:

I=i kotor

S=pengurangan K

Pemotongan K adalah K yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis karena output yang dihasilkan lebih kecil daripada biaya produksinya. Dengan melakukan substitusi persamaan di peroleh :

∆cap= (1/k)*(i-s)

c.Pertumbuhan TFP

Berdasarkan studi-studi emperis mengenai pertumbuhan ekonomi dan sumber-sumbernya ,  pack n dan page menyatakan bahwa terdapat 2 sumber utama pertumbuhan, yakni pertumbuhan yang bersumber dari peningkatan (investment –driven growth) dan pertumbuhan yang di dorong oleh peningkatan  produktivitas (produktivity-driven growth).

Sumber pertumbuhan output yang berasal dari peningkatan produktivitas dan input-input produksi dapat dihitung secara persial,

Ln Yt=LnTt+αLn Kt+βLnKt +βLnLt

Dapat di rumuskan kembali sebagai berikut.

Ln Yt = Ln Tt + (1-β)Ln Kt + β Ln Lt

= Ln Tt+LnKt+β (Ln Lt-Ln Kt)

Ln Yt-Ln Kt= Ln Tt +β (Ln Lt-Ln Kt)

Ln(Yt/Kt)= Ln Tt +β Ln (Lt/Kt)

Yt/Kt = Tt(Lt/Kt)β

Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional

         Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara

         Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

         Produk Nasional Neto (NNP)

Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

         Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

         Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

         Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

Penghitungan

Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional

Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

         Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.

         Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstratif ,jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).

         Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (XM)

Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin

Contoh soal :

PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

jawab :

g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

Manfaat

Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, jepang merupakan negara industri singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.

Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Faktor yang memengaruhi

         Permintaan dan penawaran agregat

Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaa dengan tingkat harga tertentu

Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional

Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

         Konsumsi dan tabungan

Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

         Investasi

Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

  1. KESIMPULAN

Dalam pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa penyebab utama berubahnya krisis  rupiah menjadi suatu krisis ekonomi  paling besar yang pernah dialami Indonesia karena buruknya fundamental ekonomi nasional. Sedangkan lambatnya proses pemulihan ekonomi nasional lebih disebabkan oleh kondisi politik,sosial, dan keamanan di dalam negri yang kenyataannya sejak reformasi dicetuskan. Sedangkan faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap prospek perekonomian Indonesia adalah prospek perekonomian dan perdagangan dunia, Faktor eksternal lainya yang harus diperhitungkan dalam memprediksi prospek pertumbuhan ekonomi adalah kondisi politik global, Tingginya  resiko negara di Indonesia membuat arus investasi asing ke dalam negeri cenderung terus menurun.

Berdasarkan pembahasan ini, mereka memperdebatkan angka-angka estimasi mengenai pertumbuhan TFP di banyak studi-studi emperis lainya yang cenderung berlebihan,

Indikator dapat menunjukan kondisi kesejahteraan yang sebenarnya, bisa saja tingkat pendapatan di suatu negara tinggi namun sebagaian besar (misalnya lebih dari 50%) dari pendapatan nasional negara tersebut dinikmati oleh hanya sebagian kecil (kurang 50%) dari penduduknya. Hal ini dapat dilihat dari target pertumbuhan yang selalu ditetapkan pemerintah secara eksplesit disetiap penyusutan replita. Walaupun dalam kenyataanya pada setiap akhir replita realisasi pertumbuhan tidak selalu sama seperti target yang ditetapkan sebelumnya , kadang-kadang lebih tinggi , kadang-kadang lebih karena kondisi internal atau eksternal yang saat itu tidak terlalu kondusif. Jika misalnya, laju pertumbuhan ekonomi 7%, sedangkan laju pertumbuhan penduduk 2%, maka laju pertumbuhan pendapatan perkapita 5%. Apabila ekonomi mengalami resesi, misalnya kontraksi 3%, dengan laju penambahan penduduk 2%, pendapatan perkapita mengalami kontraksi sebesar 5%. Saldo yang mencakup netto ekspor disebut saldo transaksi berjalan di neraja perdagangan barang dan jasa. Selain itu, saldo transaksi berjalan juga mencakup transaksi keuangan “satu arah”, seperti  dana bantuan dari luar negeri dan penerimaan bunga tabungan /dividen dari Investasi di luar negeri. Dalam kata lain, di dalam perdagangan internasional, Indonesia adalah Price taker , artinya Indonesia tidak bisa menetapkan sendiri harga untuk produknya. Dalam komoditi-komoditi tertentu, Indonesia juga sebagai output taker karena Indonesia tidak bisa menentukan sendiri berapa besar produksinya.

Sumber : Dr. Tulus T.H. Tambunan

            : wikipedia Indonesia

Di posting oleh : Nindita Utami

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: